BEM FAI UNIAT Peduli Masyarakat

 

img_20160226_181601.jpg
Ahsanul Bisri (Ketua BEM FAI UNIAT) memberikan bantuan kepada Pak RT

Peka dan peduli ialah dua hal yang berbeda. Peka hanya sebatas ketika seseorang ingin tau atau merasakan apa yang orang lain rasakan tapi belum tentu mau membantu. Sedangkan peduli jauh di atas peka. Peduli ialah sebuah rasa yang disertai dengan tindakan nyata.

Belum lama ini, kami selaku pengurus BEM FAI UNIAT dikejutkan dengan kabar sedih. Tetangga kami di daerah Bukit Duri Jakarta Selatan mengalami musibah kebakaran. Korbannya tercatat ada sebanyak 385 jiwa. Mengetahui hal itu, dari Departement Sosial dan Kemasyarakatan bergerak untuk membantu korban bencana kebakaran tersebut.

Alhamdulillah, Kamis, 25 Februari 2016 ada agenda buat rapat pembentukan panitia LDKM. Jadi sekalian pengurus BEM FAI UNIAT yang datang rapat diharuskan membawa bantuan berupa uang minimal Rp.10.000, beras 1 liter dan pakaian layak pakai. Karena suasana kampus yang lagi libur jadi tidak memungkinkan mengumpulkan dana kepada mahasiswa/i yang lain. Sehingga fokus dari pengurus BEM FAI UNIAT saja. Akhirnya terkumpul beras 10 liter dan beberapa pakaian layak pakai.

Senja hari, saat matahari sudah menyingsing ke ufuk barat. Kami pengurus BEM FAI UNIAT menuju ke TKP. Sampai di sana, yang hanya butuh perjalanan sekitar 10 menit dari kampus, kami disambut pak RT. Nampak jelas sisa-sisa bangunan terbakar di sana. Beberapa tenda pun di pasang untuk dijadikan rumah tinggal sementara. Ternyata penyebab kebakaran itu berawal dari listrik yang korslet. Kejadian berlangsung pada jam 10 pagi. Di jam sepi, ketika banyak orang yang kerja, sekolah dan sedang ke luar rumah.

“Alhamdulillah, adik-adik pada datang bawa bantuan. Kebetulan lagi mau masak-masak. Butuh beras yang lumayan buat warga yang kena musibah.”

Demikian tutur pak RT yang menemui kami di depan posko. Ada raut gembira nan lega di wajahnya. Tentu saja bantuan sederhana ini semoga bisa meringankan beban mereka.

Benar yang dikatakan Jack Canfield dalam bukunya,

Emosi itu bisa memberikan pengaruh kepada orang-orang sekitar sejauh 10 meter.

Ya, kami merasakan emosi bahagia itu. Terlihat jelas di raut wajah pak RT.

Semoga yang Maha Kuasa memberikan limpahan pahala atas sabarnya menghadapi bencana tersebut. Dan menjadikan kita sebagai orang yang peduli bukan sekedar peka.

Amiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s