Profil

Sejarah

BEM FAI Universitas Islam Attahiriyah hadir di tengah matinya roda organisasi di kampus. Khususnya di lingkungan Fakultas Agama Islam. Yang menyebabkan stagnan cara berpikir, sudut pandang, daya kritis dan intelektual mahasiswa/i. Aktivitas kuliah hanya sebatas belajar lalu pulang. Diskusi-diskusi yang menambah sisi kognitif hilang. Identitas sebagai mahasiswa pun sekedar hanya di Kartu Tanda Mahasiswa. Keseharian pergi ke kampus tapi secara kualitas jauh dari makna mahasiswa secara essential.

Tahun 2014, menjadi bangkitnya kembali organisasi mahasiswa di Fakultas Agama Islam. Atas mandat dari Dekan dan Wakil Dekan Fakutas, ditunjuklah Erik Kurniawan untuk menjadi cikal bakal lahirnya BEM FAI UNIAT. Meski awal berdirinya masih jauh dari kata ideal. Setidaknya sudah ada wadah yang memulai untuk menyentil mahasiswa melek organisasi. Usianya pun masih tergolong seumur jagung tapi insyaa Allah semangat juangnya tak pernah padam.

Tahun 2015, pergantian pengurus pun dilakukan. Sebagai proses regenerasi kader untuk warna baru yang lebih baik. Seteah melewati serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (PEMIRA), terpilihlah Ahsanul Bisri sebagai Presiden BEM FAI dan Hilaluddin sebagai Wakil Presiden. Ini jadi sejarah pertama pesta demokrasi di Fakultas Agama Islam. Suksesnya serangkaian kegiatan PEMIRA pun bukan tanpa halangan. Sebab sudah terlalu parahnya perpecahan di pengurus BEM yang pertama. Ada beberapa pihak yang mementingkan idealismenya tanpa solusi dan kerja nyata. Pihak-pihak tersebut memberikan kritik tajam yang memandang tidak sahnya PEMIRA karena belum ada Musyawarah Besar (MUBES) terlebih dahulu. Sedangkan pengabdian amanahnya sebagai pengurus ditinggal dan sebatas kebanggaan saja. Maka atas inisiatif beberapa senior yang sadar akan pentingnya regenerasi, diselenggarakanlah PEMIRA pada tanggal 12 November 2015.

Tahun 2016, melalui Musyawarah Besar Luar Biasa (MUBESLUB) BEM FAI pada tanggal 9 Februari 2016 dirumuskanlah fondasi organisasi. Mengesahkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). MUBESLUB sendiri diadakan karena melihat kebutuhan organisasi yang sangat mendesak. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi terutama dasar-dasar organisasi tersebut. Harapannya ke depannya sistem organisasi BEM FAI UNIAT lebih terstruktur sesuai sistem pemerintahan yang ideal.

Visi dan Misi

Menjadi wadah partisipasi dan aspirasi serta menghadirkan solusi bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Attahiriyah.

Filosofi Logo

Berdasarkan hasil MUBESLUB BEM FAI UNIAT pada tanggal 9 Februari 2016. Dihasilkan kesepakatan logo BEM FAI UNIAT sebagai berikut:

New 1 ori
Logo BEM FAI UNIAT
  • Bentuk lambang BEM FAI UNIAT
  1. Berbentuk perisai berwarna dasar hijau. Dengan empat sisi berwarna putih.
  2. Di dalam perisai tersebut terdapat logo kampus Universitas Islam Attahiriyah pada sisi atasnya bertuliskan Badan Eksekutif Mahasiswa dengan warna putih..
  3. Di bagian bawahnya tertulis FAI UNIAT JAKARTA dengan warna putih.
  4. Pita bertuliskan semboyan BEM FAI UNIAT terletak di bawah perisai.
  • Arti lambang BEM FAI UNIAT adalah:
  1. Perisai melambangkan bahwa BEM FAI UNIAT sebagai benteng terdepan untuk dijadikan senjata perjuangan pengembangan intelektual, ketrampilan dan spiritual mahasiswa FAI UNIAT.
  2. Warna dasar hijau pada perisai berarti keseimbangan, kedamaian serta kemakmuran.
  3. Empat sisi perisai melambangkan empat prodi di Fakultas Agama Islam, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Ahwal as-Syakhsiyah (AS) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
  4. Warna putih pada empat sisi perisai menunjukkan ketulusan dan kesucian pada setiap gerak dan langkah BEM FAI UNIAT.
  5. Logo kampus di dalam perisai berdiri tegak dan kokoh melambangkan bahwa BEM FAI UNIAT memiliki visi dan misi yang sejalan dengan keinginan para leluhur pendiri, pimpinan dan civitas akademika kampus.
  6. Di bawah logo kampus tertulis FAI UNIAT JAKARTA sebagai lambang identitas BEM FAI UNIAT.
  7. Pita bertuliskan semboyan BEM FAI UNIAT melambangkan cita-cita BEM FAI UNIAT secara global.

Semboyan

Sinergi dalam Takwa